Ide + Dream + Hope

Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts

Sunday, July 01, 2007

Pesawat Indonesia Dilarang Terbang ke Eropa. Harus Bagaimana?

Berita mengejutkan datang dari Brussel, Belgia, sebanyak 51 maskapai penerbangan Indonesia mulai 6 Juli dilarang terbang ke Uni Eropa (UE). Larangan ini dikeluarkan karena maskapai penerbangan Indonesia dinilai tidak aman.

Mengejutkan, karena bagi kita, kondisi transportasi udara sedang tenang, minimal tak banyak berita kecelakaan pesawat muncul di TV. Juga mnegejutkan karena beberapa maskapai penerbangan nasional justru mendapat rangking naik dari Dirjen Perhubungan karena meningkatnya kualitas dan pelayanan.

Tapi kalau mendalami lebih lanjut memang tak mengejutkan. Tentu kita harus berpikir menyeluruh. Penerbangan nasional memegang rekor dalam hal kecelakaan. Dari cuma tergelincir, pecah ban, sampai pesawat hilang. Garuda Indonesia, yang bagi penumpang domestik termasuk pesawat terbagus, teraman, juga mengalami kecelakaan. Lalu pesawat mana yang aman?

Jadi keputusan komisi Uni Eropa untuk melarang pesawat-pesawat kita untuk terbang ke sana harus menjadi pelajaran. Memang, mulai November 2004, tak ada maskapai penerbangan nasional yang melayani penerbangan ke Eropa. Bukan karena di larang, tapi mungkin kebanyakan penumpang luar negeri lebih memilih pesawat dari maspakai penerbangan berkelas. Contoh: Luftansa, SIA, Chatay Pasifik, atau JAL. Untuk Asia SIA masuk maspakai papan atas, pesawatnya baru, banyak, dan pelayanan bagus. (saya pernah baca di angkasa).

Tapi masalahnya, itu merupakan tamparan bagi Indonesia, betapa ditunjukkan kepada dunia, ini lho Indonesia, pesawatnya tak ada yang memenuhi syarat.

Malu gak? harus bagaimana menyikapinya? Marah-marah, ganti melarang pesawat UE masuk Indonesia, atau, meningkatkan standar keselamatan pesawat sehingga larangan di cabut?

Wednesday, June 13, 2007

Purworejo, 1.601 Siswa Dinyatakan Tak Lulus UN

Purworejo, CyberNews. Sebanyak 1.601 siswa atau 16,08 persen peserta ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK di Kabupaten Purworejo dinyatakan tidak lulus. Dari total peserta 9.951, yang lulus UN sebanyak 9.951 atau 83,92 persen. Hasil pengumuman tersebut diketahui, Rabu (13/6) malam setelah diambil panitia UN Purworejo dari Dinas Pendidikan Provinsi. Malam itu juga sejumlah kepala sekolah langsung mengambil amplop yang berisi pengumuman.

Purworejo, CyberNews. Sebanyak 1.601 siswa atau 16,08 persen peserta ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK di Kabupaten Purworejo dinyatakan tidak lulus. Dari total peserta 9.951, yang lulus UN sebanyak 9.951 atau 83,92 persen. Hasil pengumuman tersebut diketahui, Rabu (13/6) malam setelah diambil panitia UN Purworejo dari Dinas Pendidikan Provinsi. Malam itu juga sejumlah kepala sekolah langsung mengambil amplop yang berisi pengumuman.

Secara terperinci, peserta UN SMA/MA berjumlah 3.834, yang lulus berjumlah 3.445 atau 89,9 persen dan yang tidak lulus berjumlah 389 atau 10,2 persen. Sedangkan peserta SMK keseluruhan berjumlah 5.728, yang dinyatakan lulus 4.516 atau 78,8 persen dan yang tidak lulus berjumlah 1.212 atau 21,2 persen.

Dengan demikian, jumlah peserta yang tidak lulus sebagian besar peserta dari SMK. Kendati demikian, secara umum angka kelulusan tahun ini sebesar 83,92 persen meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 78 persen.

“Kami sangat bersyukur angka kelulusan di sini bisa melampaui target kami 80 persen. Bahkan meningkat cukup banyak dibanding tahun lalu,” ujar Kasie SLTP/SMA Burhanuddin yang juga wakil ketua panitia UN kemarin malam.

Lebih lanjut diungkapkan Burhanuddin, pengumuman kepada walimurid besar kemungkinan tidak serempak. Ini dikarenakan sekolah telah menjadwalkan pengumuman pada tanggal 16 Juni, sementara pengumuman dari provinsi jauh lebih cepat dari jadwal semula.

Dinas Pendidikan mempersilahkan kepada masing-masing sekolah untuk mengumumkan. Pihak sekolah tidak diharuskan mengumumkan pada tanggal 16 Juni. “Jika ada yang sudah mau mengumumkan tanggal 14 (kemarin) kami persilahkan. Hanya batas maksimalnya tanggal 16 Juni,” katanya.

Namun, sejak tanggal 14 Juni Dinas Pendidikan sudah meminta bantuan aparat keamanan untuk mengamankan suasana dari kemungkinan ekses negatif pengumuman. Terutama di lingkungan sekolah yang mengumumkan lebih awal.

Sejumlah kepala sekolah kemarin malam mengatakan, meskipun penguman dari provinsi sudah turun, namun mereka tetap akan mengumumkan hasil UN tersebut sesuai jadwal semula.

Pertimbangannya, jika diajukan pihak sekolah banyak yang belum siap. Terutama menyangkut pemanggilan walimurid yang terlanjur dijadwalkan tanggal 16 Juni sekaligus kegiatan perpisahan.

Sementara kepada para siswa yang dinyatakan lulus, Dinas Pendidikan mengimbau agar tidak meluapkan kegembiraannya dengan cara berlebihan. “Syukur harus. Tapi tidak perlu melakukan aksi coret-coretan,” sarannya.( suaramerdeka//nur kholiq/Cn08)