Ide + Dream + Hope

Wednesday, June 06, 2007

coba 2

Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari ambing kambing (kisah Abdullah bin Mas'ud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Mu'aith). Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini – terlepas dari kemampuan ekonominya – yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?


Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang yang mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.

Sunnah Rasulullah yang telah dilupakan
Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21)[1], maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah – termasuk kebiasaan makan dan minumnya – mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari ambing kambing (kisah Abdullah bin Mas'ud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Mu'aith)[2]. Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini – terlepas dari kemampuan ekonominya – yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi[3]. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan lainnya (politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan) rupanya dalam hal kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih dikuasai oleh arus pemikiran dan politik negara-negara barat.

Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Qur'anul Karim: „Maka makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah“ (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal, belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita menganalogikan dengan kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang selalu diperintahkan Allah secara bersama-sama dalam sebuah ayat (contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan 21: 73) untuk menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. memerangi kaum muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak meninggalkan sholat)[4], maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan minuman yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal saja, melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-thoyyib-an makanan dan minuman halal, termasuk susu.

Kontroversi Susu Kambing dan Susu Sapi
Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Bahkan sebagai sumber kalsium - dengan pola makan masyarakat yang umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya - nyaris susu tak bisa digantikan dengan bahan makanan lainnya[5]. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu – kecuali susu kambing segar – adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia[6]. Beliau juga mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya lendir yang berlebihan – suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit[7].

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Qur'an sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh manusia 3,6,[8],[9] hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan dengan susu sapi3.

Kesiapan Teknologi Pendukung Produksi Susu Kambing
Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing dibandingkan dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di Indonesia sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket- supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah memang budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut pandang ekonomi? Telah diteliti bahwa budidaya kambing sangat potensial dan realistis untuk dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang dengan iklim tropis3.

Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Indonesia sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang dan kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing PE[10]. Dalam laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang jantan dibesarkan untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang betina dibesarkan untuk diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor kambing PE dapat mencukupi kebutuhan protein hewani asal susu untuk sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga. Budidaya kambing PE ini sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah sehingga sangat potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan ekonominya.

Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat menaikkan taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani yang halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-pedesaan melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat melestarikan salah satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan orang di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Kita bisa mengambil pelajaran dari negara tetangga kita Malaysia yang telah sukses lebih dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran susu kambing ini secara profesional[11].

Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan pangan, ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan produksinya. Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan prioritas: peningkatan produksi susu dengan tetap memperhatikan kesehatan ternak dan lingkungan, dan peningkatan keamanan/higiene susu, terutama karena manfaat kesehatan susu kambing sangat berkurang akibat pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk keamanan dan pengawetan produk susu perlu dipanaskan.

Karlsruhe (Jerman), 20 April 2003

Wednesday, May 31, 2006

about gempa jogja

13.48

:ternyata kita bukan apa-apa.

manusia ada keterbatasannya, terobosan iptek yang begitu pesat nyaris menjawab semua pertanyaan yang pada seabad yang lalu menjadi misteri besar, yang hmapir nyaris ditemukan. dari yang merusak, nuklir, kimia, biologi, atau yang memantu manusia, obat-obatan, cangkok organ, sampai kloning yang konroversial.

pengetahuan geologi juga sudah lumayan tinggi. paling tidak bisa mengukur besaran gempa, koordinat bintang dan bujur mendekati akurat. analisis walaupun sering terjadi sesudah kejadian, lumayan dapat membuat gambaran proses yang telah terjadi, kondisi tanah, sejarah geologi.

memang gempa tektonik sulit di prediksi, mungkin letaknya di dalam bumi ya? ketika semua mata menuju utara, merapi, bencana justru datang dari selatan, laut. tak ada persiapan, tiba-tiba, yang terjadi adalah shock: kok bsia terjadi? dan korban bukan kecil lagi, lebih dari 5000, belum yang luka berat, ringan, bangunan yang ambruk. semua butuh pertolongan.

banyak yang bertanya, mengapa klaten lebih banyak korban dari gunung kidul, jarak klaten bahkan lebih jauh. menurut data harian dutamasyarakat jumlah rumah roboh tertinggi di klaten, 33.804 unit, disusul bantul 9.657 unit, dan disusul kota yogya 1978 unit. jumlah rumah rusak berat terbanyak juga di klaten, 26.460 unti, baru bantul 15.403 unit.

gempa jogja tak sebesar aceh, tapi lihatlah dampaknya. bayangkan yang terjadi di aceh waktu itu. akses jalan darat yang terputus, luasan wilayah bencana luas, komunikasi putus. jakarta bahkan baru tahu sore harinya, ketika banyak korban jatuh, yang selamat tak tahu harus berbuat apa. siaran televisi memberitakan korban tak banyak, hanya seratusan. 'hanya' karena fakta sebenarnya ribuan, terakhir bahkan menmcapi 100 ribu lebih.

gempa di laut memang selalu menakutkan. ketika bumi mencari keseimbangan, selalukah harus minta korban. tinjauan geologis, karena ada pergeseran lempeng (eurasia dan indo australia), yang memang terus bergerak sepanjang tahun. perbenturan menyebabkan getaran, ada bagian yang bergeser dari posisi semula. karena yang bergerak adalah lempeng benua, tentu besar sekali energi yang dilepaskan. kabarnya, jogja di lalui sabuk gunung berapi, di bawah jogja juga terbentang retakan bumi yang cukup panjang sampai ke arah klaten.

jogja juga berdiri di atas lebah purba yang karena proses alam, merapi, lama-lama tertutup pasir, dan jadilah dataran jogja yang diatasnya dihuni ribuan manusia.

lalu dari tinjauan metafisik, katanya, ada kekuatan bangsa di alam halus yang marah.utnuk melakukan p emebrsihan kabarnya sudah ada 100-an paranormal dari jakarta yang akan melakukan semacam ruwat, mungkin untuk menenangkan penghuni alam halus biar tak terus marah.

banyak tinjauan, dan jogja yang dari historisnya yang bekas kerajaan jawa, masyarakatnya kental dengan mitos-mitos, karena di daerah lain mungkin tak begitu. fenomena juru kunci merapi, mbah marijan, cukup mewakili. mbah marijan lebih percaya pada 'wisik' yang diterima dari pada prediksi BMG. bahkan sultan memerintahkan evakuasi tanpa terkecuali, tapi mbah marijan menolak. alasannya dia menerima mandat dari Sultan HB IX untuk menjaga merapi, dan bertekat tak akan meninggalkan kecuali ada perintah.

bencana alam memang bukan barang baru, dari banjir bandang, letusan gunung berapi, gempa bumi, mewarnai sejarah bumi. candi borobudur dulu juga terpendam, ada yang bilang akibat letusan merapi yang mengubur borobudur.

manusia banyak tidak tahunya, misteri illahi, sberapa besar kita dapat memecahkannya? kita memang di beri hak untuk belajar, menggali segala teori, menjawab misteri. namun pada saat terjadi hal di luar kuasa kita, hal terbaik adalah menerima. tugas manusia belajar, mengenali diri, mengenali ciptaanNya, memecahkan misteriNya.

pada saat semua terjadi, dan kita tak berdaya, bagaimana menyikapi?

Wednesday, May 03, 2006

Demo Buruh, Rame Bener ya?

11.12

mengapa waktunya bertepatan, isu revisi UU Ketenagakerjaan menjelang 1 mei, yang oleh kalangan buruh internasional diperingati sebagai hari buruh. tak seperti peringatan tahun-tahun yang lalu yang realtif sepi, tahun ini seperti mendapat pemantik peringatan hari buruh sedunia berlangsng meriah, bahkan pabas.

tema utama tetap, perbaikan kesejahteraan buruh. UU ketenaga kerjaan yang lama, yang sebenarnya juga belum memihak buruh, harus dipertahankan, daripada direvisi yang arahnya semakin tak memihak buruh. sperti mepertahankan akar, bukan rotan, daripada tak dapat apa-apa. 1 mei kemarin, dan beberapa waktu lalu, dan puncaknya rabu (3/04) kemarin, ratusan ribu buruh memadati jalanan depan gedung DPR/MPR RI.

praktis, seluruh (empat ruas) jalan depan gedung itu dipadati massa demonstran. saking banyaknya, mereka memakan tempat dari palmerah sampai jembatan senayan (taman ria). daripagi (jam 9.00) samai akhirnya dipaksa bubar oleh aparat sekitar pukul 17.00.

demo terbesar, sepertinya, semenjak kejatuhan suharto. apalagi yang dituju adalah objek vital negara, gedung DPR/MPR RI, tempat wakil rakyat yang terhormat berkantor, tempat impian dan harapan jutaan rakyat Indonesia di amanatkan.

Aksi demonstrasi buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di depan gedung DPR/MPR itu telah memacetkan jalan tol. Mereka brdatangan menggunakan truk dan bus dengan muatan penuh. akibatnya, jalan tol dari kuningan sampai tomang ditutup untuk memberi jalan kepada massa yang akan menuju gedung DPR/MPR.

Arus kendaraan dari Grogol dialihkan kembali menuju Tanjung Priok, sedangkan arus kendaraan menuju Tol Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Ancol, Jakarta Utara, macet total.

Aksi sendiri berlangsung panas. wajar, mereka dari jam 9 dijemur panas, apalagi respon dari anggota dewan sangat lamban. beberapa utusan dari KSPSI sudah melakukan dialog, diterima komisi IX, namun massa rupanya tak sabar. aksi provokasi pun berjalan. dimulai dengan lemparan botol air mineral, kayu, batu, pot bunga, patung.

massa semakin beringas, barikade aparat keamanan didepan pagar tak mampu menahan, akhirnya mereka ditarik kedalam. massa semakin tak terkendali, menggoyang pagar yang dibangun dnegan dana hampir 2 M. mungkin karena strukturnya asal-asalan atau memang masa yang emosi, pagar tengah jebol.

dan terjadilah peristiwa susulan, tembakan gas air mata, tembakan water canon, dan lemparan batu, perusakan halte, dan pemkaran ban-ban. heroik (atau dramatis?). ditantang ya semakin panas, gas air mata memang sempat menyurutkan demonstran, namun bukan mengalah, tapi semakin marah. (lihatlah hasilnya, porak-poranda).

mengapa harus marah-marah, tak adakah jalan damai? memang bagi yang tak mengalami bisa dengan mudah menyalahkan, demo kok anarkis. tapi mungkin itu satu-satunya jalan biar suara mereka didengarkan pemerintah dan DPR yang sudah semakin tuli. kalau tak ada 'rame-rame' munmgkin tak akan digubris.

dengan kedatangan wakil ketua DPR, zaenal Ma'arif, yang katanya mau mundur setelah gagal di PBR, sedikit menenagkan massa, dengan janji tidak akan merevisi UU tersebut. tapi mana agung laksono, mana muhaimin, mana yang lain? sepertinya mereka tak berani turun. atau tak tahu ya?

pemerintah sejaun ini memang ngotot merevisi UU yang idanggap merugikan pengusaha. dengan merevisi UU yang menguntungkan pengusaha, berati semakin merugikan pekerja, diharapkan investor asing akan menanamkan modalnya di Indonesia. berarti lapangan kerja akan banyak. sebuah cita-cita mulia ya. tapi pemerintah belum bisa menciptakan iklim usaha yang menguntungkan keduanya, sekaligus menarik investasi. mungkin sulit ya? apalagi menguntungkan pekerja, darimana mereka membayar ongkos membuat UU nya. beda kalau membuat UU yang menguntungkan pengusaha, khabarnya, aliran dana segar akan banyak dikucurkan. uang, banyak dicari uang lho.

tapi, mereka memang perlu rekreasi. minimal dengan ikut demo, melepaskan sejenak rutinitas kerja yang sering menjemukan. menemukan spirit baru, mungkin pemberontakan. walaupun sekembalnya kerja, tak tahu, apakah akan ada sanksi dipecat atau tidak. ini tugas SPSI, melakukan advokasi.

yang jelas, maju terus, perjuangkan hak kalian, kalau tidak berjuang sendiri, siapa lagi? semoga UU tak hanya batal direvisi, tapi diganti dengan UU yang lebih baik, lebih memihak pekerja. tapi mungkinkah?

semoga berhasil ya.

Tuesday, May 02, 2006

Mengorbankan dan dikorbankan

16.27

atau menyakiti dan disakiti. pergaulan, iteraksi. setiap hubungan dengan orang lain pastilah menyebabkan pergesekan entah kepentingan, perasaan, dan berbagi. juga kompromi. sering kita bisa berjalan seiring sejalan dengan seseorang, menganggap semua langkah begitu serasi, setiap keiginan begitu pas, dan setiap pertentangan nyaris tak ada.

perjalanan sempurna, manakala kita merasa masih mencinta, atau apalah. semua terasa serasi, harmonis, dan menyenangkan. suasana yang selalu didambakan, dicari, dan ingin dipertahankan. tak terhitung manusia bersusah payah mencarinya, entah dengan ajlan baik atau buruk. mencari sesuatu yang diidealkannya sebagai keserasian, kebahagiaan. dan tak terhitung korban yang menangis tersungkur, selain 'pemenang', yang mungkin tertawa meyakini telah memperoleh yang dicarinya.

relasi antar manusia, menimbulkan ikatan dan keterikatan. berdosakah mencintai? berdosakah tidak mencintai? makanala kita tak bisa menghindar dari jaring perasaan itu: ingin memiliki. memiliki sejarah, kenangan, dan orang-orang. perasaan mempertahankan. sakit kalau tiba-tiba kehilangan, tertawa kalau terus dimanjakan.

mengorbankan dan dikorbankan. apakah kesengajaan, atau kerja dari pikiran? pernahkah mencintai sesorang, tak ditangapi, orang tersebut malah pacaran dengan sahabat kita. siapa yang harus disalahkan, orang tersebut yang kita anggap tak berperasaan, saingan yang kita anggap telah 'merebut' orang yang kta cintai, ataukah diri sendiri?

mencitai tidaklah berdosa, tidak bisa mencintai juga tidak berdosa, pasif. namaun pada kondisi harus ada yang dikorbankan, siapa yang harus dikorbankan. seharusnya, dalam relasi yang sehat, tak ada yang harus dikorbankan, terasuk diri kita. menngorbankan atau (merasa) dikorbankan sama-sama tak enak, bisa juga penyakit. suka mengorbankan orang lain, menyakiti, pastilah dilandasi perasaan benci, tak suka, yang jelas bukan cinta.

mengorbankan diri juga belum tentu berlandaskan cinta yang murni, bisa saja dilandasi dendam. 'bisar dia tahu, biar dia sedih, biar dia merasa bersalah'. seperti ditolak cintanya, kemudian bunuh diri, untuk membuktkan, atau menyalahkan orang yang dicintai agar diposisikan sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas apa yang teloah terjadi. atau pernyataan, aku mengalah demi kalian. tapi biar dianggap pahlawan, atau biar diangap lebih mencintai. padahal keputusan tersebut dilandasi dendam dan tak terima.

bisakah kita mengorbankan diri karena kita mencintai? misalkan dalam hubungan segitiga, memilih untuk tidak memilih, daripada menyakiti salah satu orang yang ada. mungkin masih belum ya, keputusan tersebut bisa juga mnegorbankan diri, biar dikasihani, atau "lihat nih aku berkorban, sendiri. puas kalian?".

atau aku yakin, kamu cukup mencintaiku, makan aku yakin kamu akan cukup kuat berpisah denganku, aku kan memilih dia. benarkah? adakah yang semulia itu?

kalau pada posisi harus memilih, harus ada yang dikorbankan, aku memilih mengorbankan diriku sendiri. rasanya lebih baik disakiti daripaa harus menyakiti suatu hati. biarlah diri ini sedih sementara daripada harus tertawa sementara di sana ada yang menangis melihat kegembiraan kita.

tak tahu juga apakah ini bentuk pelarian, tak mau bertangung jawab, takut pada beban, ataukah memang rela berkorban. sebagai manusia tak bisa kan, bebas dari kepentingan? kalau efek tak baik tak bisa dihilangkan, ya kita minimalisir lah. mengurangi sesedikit mungkin hati yang terluka.

bingung, mau nulis apa, benar, butuh kejujuran untuk menulis, mungkin aku tak sepenuhnya jujur, jadi kesulitan mengurai kata.

16.54

Sunday, April 16, 2006

Cinta ya?

Cinta
1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ketempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuat mumanusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia, dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuhdi hatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

(dari blog seseorang, maaf saya lupa)